branchless banking

Posted: May 6, 2015 in Uncategorized

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai branchless banking, mungkin sebagian dari kita masih awam dan belum mengetahui apa sebenarnya branchless banking itu sendiri. Baiklah, branchless banking itu adalah merupakan salah satu strategi distribusi perbankan yang memberi layanan keuangan tanpa bergantung pada keberadaan kantor cabang bank atau dengan kata lain branchless banking jaringan distribusi yang digunakan untuk memberi layanan finansial di luar kantor-kantor cabang bank melalui teknologi dan jaringan alternatif dengan biaya efektif, efisien, dan dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Nah dengan adanya branchless banking ini, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi perangkat mobile, dimulai dari ponsel fitur karena sebagian besar daerah di Indonesia sudah terakses jaringan telepon. Selain itu Teknologi untuk branchless banking itu mudah sekali dan bisa digunakan orang awam. Peluang pasarnya sangat besar, karena layanan perbankan seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat yang berada di pelosok. Berbicara mengenai hal ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu ,apa saja yang menjadi tujuan dari branchless banking tersebut, dari beberapa sumber yang saya dapatkan, sebagai berikut :

Yang pertama, branchless banking bertujuan untuk mendorong transaksi keuangan yang lebih aman, dan mencegah money laundering.

Lalu yang kedua, perluasan akses dalam layanan keuangan dengan alasan pentingnya implementasi layananbranchless banking masih rendahnya akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal. Di Indonesia bila dibanding dengan negara-negara tetanga branchless banking masih memiliki persentase akses layanan jasa keuangan yang rendah. Selain ini, ada juga kelebihan dari branchless banking, tidak perlu untuk mengambil waktu darihari tertentu untukmengunjungi bank untuk menarik uang atau deposito; di samping itu, saldo rekening dapat diperiksa dan diverifikasi setiap saat sepanjang hari. selain itu, orang dapat segeramemeriksa dan melihat adakah pemeriksaan tertentu telahdilakukan, atau jika pembayaran tagihan otomatis telah dibuat, dan Sekian banyak orang kini bisa langsung log on ke websitebank mereka melalui smartphone; yang artinya tidak lagidiperlukan benda kelas berat seperti desktop atau laptop, Selain itu, branchless banking sering dapat membantu untuk menghemat uang bank. Artinya ini berpotensi menyebabkanbank menawarkan suku bunga yang lebih baik pada pinjaman,atau pengurangan biaya pada nasabah tertentu. Meskipun ini tentu saja tidak selalu terjadi, tidak sedikit bank yang mencatat bahwa nasabah juga ingin adanya kenyamanan tatap mukauntuk bisa menyelesaikan bisnis perbankan mereka dari lokasi manapun. Selain ada kelebihan pasti ada sisi  kerugian daribranchless banking yaitu Akan halnya terdapat beberapakerugian pada penerapan branchless banking. Pertama, keamanan dalam mengakses akun bank nasabah, yang bilamana melalui komputer atau smartphone sudah mungkin tidak aman;selalu ada potensi virus atau spyware yang hadir pada komputer. Kedua, mengunjungi bank fisik menjadi mesti dalam beberapa tindakan perbankan, seperti untuk membuka rekening,atau untuk menempatkan sesuatu dalam brankas. Jika banktidak memiliki lokasi terdekat karena difokuskan padabranchless banking, ada kemungkinan para nasabah  malah beralih ke bank yang berbeda.

Secara teknis, branchless banking perlu dukungan teknologi mobile dan keberadaan agen. Ilustrasi mengenai branchless banking yakni terdapat kombinasi yang keduanya menjadi kegiatan usaha nonbank agen akan berkeliling mendatangi nasabah untuk memberikan layanan perbankan dengan memanfaatkan telepon seluler (ponsel). Lalu, agen juga harus proaktif memberikan layanan perbankan mulai dari buka rekening, transfer dana, setor maupun tarik tunai. Agen kemudian menyetor uang ke master agen atau langsung ke kantor cabang terdekat. Namun agen menjadi salah satu risiko besar dalam branchless banking karena itu harus membangun kepercayaan kepada nasabah. Demi menghadirkan branchless banking yang optimal, dibutuhkan kerja sama antara perusahaan perbankan dengan perusahaan telekomunikasi. Namun sejauh ini kenyataannya, kedua belah pihak masih cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Istilah branchless banking merupakan kegiatan transaksi bank dengan kriteria yang pertama yaitu branchless banking tanpa melalui kantor cabang, kedua Menggunakan agen yang bekerjasama dengan bank, lalu ketiga nasabah bisa melakukan transaksi sendiri atau menggunakan agen, selanjutnya fitur transaksi yang sederhana/basic feature, layanan murah/low cost, dan yang terakhir Ditujukan khususnya untuk segmen bawah atau unbanked. Branchless banking sebagai salah satu bentuk inisiatif financial inclusion  sangat membantu untuk memajukan  perekonomian suatu negara melalui peningkatan akses masyarakat terhadap jasa layanan bank sehingga ultimate goal bank sebagai unit usaha pembiayaan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai study-study yang dilakukan oleh berbagai lembaga pemerintah, swasta, asosiasi, perusahaan keuangan maupun lembaga donor menyimpulkan beberapa alasan kenapa perlunya branchless banking yaitu

1) Seperti halnya dinegara negara berkembang Indonesia termasuk didalamnya, akses layanan perbankan masyarakat bawah masih kurang bahkan beberapa negara dapat dikatakan kurang sekali. Indonesia sendiri berdasarkan survey Bank Dunia tahun 2010 berkisar 49% dari populasi belum terlayani. Negara-negara lain seperti Pakistan 85%, Filipina 75%, China 60% dan India 55%. Thailand dan Malaysia justru lebih rendah dari Indonesia.

2) Pembukaan kantor bank yang memerlukan investasi dan biaya operasional yang mahal. Sebagai gambaran rata-rata biaya investasi yang dibutuhkan bisa sekitar 1,5 milyar dengan biaya operasional tahunan sekitar 900 juta per kantor.

3) Konsentrasi lokasi perbankan banyak didaerah perkotaan atau urban yang padat. Hal ini dikarenakan potensi bisnis yang secara kasat mata sudah jelas terlihat menguntungkan bagi bank.

4) Persepsi masyarakat bawah terhadap layanan bank, mereka melihat bank sebagai sesuatu yang tidak untuk mereka (bank is not for me). Sejatinya mereka justru dalam keseharian bersentuhan secara tidak langsung dengan layanan keuangan (financial service) yang juga dilakukan bank. Namun karena persepsi, mereka cenderung melakukannya dengan lembaga yang bukan bank antara lain koperasi dan perorangan Persepsi yang mereka miliki bahwa  Berhubungan dengan bank harus punya uang banyak dan hanya untuk orang kelas atas berduit, harus meluangkan waktu khusus ke bank karena jarak yang jauh dari tempat aktifitasnya sehari hari, prosedur berhubungan dengan bank berbelit belit, banyak aturan dan wajib diikuti, Harus antre untuk  bertransaksi yang hanya untuk kebutuhan sederhana seperti setor atrau tarik dengan jumlah kecil misalnya Rp. 10.000, biaya transaksi yang mahal misalnya kirim uang kena biaya Rp. 25.000, produk atau layanan bank tidak dirancang untuk mereka dengan kondisi keuangan yang tidak tetap.

5) Potensi besar segmen bawah yang belum tergarap. Jujur kita akui bahwa aktifitas ekonomi sebagian besar digerakkan oleh sektor ekonomi kelas bawah seperti usaha-usaha mikro yang masih dilaksanakan melalui mekanisme tunai.

6) kemajuan teknologi khusus dalam berkomunikasi. Adanya tingkat penetrasi yang tinggi perusahaan telco ke masyarakat bawah melalui penggunaan telepon seluler, menyebabkan timbulnya pemikiran bagaimana memanfatkan kemajuan cara berkomunikasi ini untuk menembus layanan keuangan ke segmen dimaksud dengan memanfatkan keunggulan – keunggulan yang dimiliki perusahaan telekomonikasi

Bank Mandiri kini hadir dengan sistem branchless banking, untuk pendaftaran nasabah tidak akan dikenakan biaya apa pun dan juga tidak dikenakan biaya administrasi rekening bulanan, Untuk rincian biaya transaksi adalah sebagai berikut :

  • Registrasi : gratis
  • Setor tunai : gratis
  • Tarik tunai di agen : Rp 3.000,00 jika nominal penarikan s.d Rp 200.000,- Rp 5.000,00 jika nominal penarikan diatas Rp 200.000,-

Nasabah dapat melakukan penarikan tunai di AGEN Bank dan di ATM yang bertanda khusus. Sementara untuk penyetoran tunai hanya bisa dilakukan di AGEN Bank,

Disini Agen adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan Bank dan bertindak untuk dan atas nama Bank dalam memberikan layanan keuangan tanpa kantor. Layanan Branchless Banking tidak melibatkan Bank secara langsung, dan  Layanan ini sangat aman karena setiap pendaftaran rekening, nasabah diharuskan membuat kode rahasia dan PIN. Dan setiap transaksi hanya bisa dijalankan jika nasabah sudah memasukkan PIN yang sesuai. cara menjadi nasabah Mandiri yaitu Nasabah harus melakukan pembukaan rekening/pendaftaran di AGEN dengan membawa identitas yang berlaku dan dilengkapi foto dan melengkapi formulir di AGEN BANK serta handphone dan SIM Card yang aktif, dan sabah hanya dapat melakukan pembukaan rekening di AGEN yang sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri dan terdaftar di Bank Indonesia pada jam-jam operasional AGEN.

mandiri juga menghadirkan tabunganMu yaitu rekening simpanan dalam mata uang Rupiah bagi perorangan yang penyelenggaraannya dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Bank dan dapat diajukan permintaan pembukaan rekening melalui Agen dalam Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, Fitur mandiri tabunganMu yang dapat dinikmati oleh nasabah , sbb:  Mendapatkan fasilias mandiri sms untuk melakukan transaksi yang meliputi informasi saldo dan mutasi, transfer, pembayaran, pembelian dan transaksi lainnya, kapanpun dan dimanapun.  Melakukan penyetoran dan penarikan tunai di Agen Limit saldo maksimal Rp 18.0000.000,- dan transaksi maksimal Rp 5.000.00,- per bulan, Beberapa kemudahan yang dapat dinikmati oleh nasabah, sbb:

  • Mendapat Bunga
  • Tanpa batas Minimun Setoran Awal
  • Tanpa batas Minimum Saldo Rekening
  • Bebas Biaya: – Administrasi Bulanan – Pembukaan Rekening – Transaksi Penyetoran Tunai – Transaksi Transfer Masuk – Transaksi Pemindahbukuan – Penutupan Rekening – Rekening pasif

Layanan ini sangat aman karena setiap pendaftaran rekening mandiri tabunganMu nasabah akan dikirimkan pin mandiri sms untuk rekening mandiir tabunganMu dan nasabah diharuskan membuat kode rahasia dan PIN untuk rekening mandiri e-cash. Dan setiap transaksi hanya bisa dijalankan jika nasabah sudah memasukkan PIN yang sesuai. cara membuka rekening mandiri tabunganMu yaitu Nasabah cukup datang ke Agen Bank Mandiri dengan membawa KTP asli dan copy KTP serta mengisi formulir pembukaan rekening yang tersedia di Agen Bank Mandiri dan nasabah mandiri tabunganMu akan dikenakan biaya untuk transaksi yang dilakukan dengan biaya lebih murah Rp 100,- dari transaksi rekening reguler yang mekanisme dilakukan melalui cash back setiap bulan berikutnya ke rekening mandiri tabunganMu nasabah. dan Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, rekening mandiri tabunganMu tidak dikenakan biaya administrasi dan diberikan bunga. Batas transaksi dan saldo dari rekening mandiri tabunganMu adalah maksimal saldo Rp.18 juta dan transaksi per bulan Rp 5.000.000,-. Jika sudah melakukan transaksi sejumlah Rp.5 juta dan/atau saldo mencapai Rp 18.000.000,-, maka nasabah tidak diperbolehkan melakukan transaksi lagi dan disarankan untuk datang ke cabang Bank Mandiri dan dibukakan rekening regular Bank Mandiri.

Bank mandiri juga telah menghadirkan mandiri e-cash yaitu adalah uang elektronik berbasis server yang memanfaatkan teknologi USSD dan aplikasi di telepon seluler yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan seperti Top up e-Money, penyetoran dan penarikan tunai, pengecekan saldo, transfer antar rekening mandiri e-cash dan fitur transaksi lainnya yang akan dikembangkan tanpa harus melakukan pembukaan rekening ke cabang Bank Mandiri. Fitur mandiri e-cash yang dapat dinikmati oleh pemegang , sbb:

  • Informasi saldo dan histori transaksi
  • Isi ulang saldo dari e-Channel Bank Mandiri, transfer ATM Bersama, dan tunai melalui retail
  • store Transfer ke nomor telepon seluler lainnya dan ke rekening giro/tabungan Bank Mandiri
  • Tarik Tunai di ATM Bank Mandiri tanpa menggunakan kartu ATM
  • Bayar/beli Tagihan maupun pada merchant-merchant yang bekerjasama

kemudahan yang dapat dinikmati dari mandiri e-cash, sbb:

  • Sebagai pengganti uang tunai
  • Dapat digunakan di semua jenis telepon seluler
  • Kemudahan pendaftaran tanpa harus datang ke cabang Bank Mandiri
  • Tidak perlu repot mencari uang pas untuk pembayaran transaksi dengan nominal kecil
  • Kemudahan transfer ke nomor telepon seluler tanpa harus menghapal nomor rekening Bank

Layanan ini sangat aman karena setiap pendaftaran rekening mandiri e-cash pemegang diharuskan membuat kode rahasia dan PIN. Dan setiap transaksi hanya bisa dijalankan jika pemegang sudah memasukkan PIN yang sesuai. cara mendapatkan layanan mandiri e-cash yaitu Pengguna telepon seluler dapat mengakses mandiri e-cash menggunakan USSD dengan mengetik *141*6# kemudian pilih call/panggil. Bagi pengguna smartphone, mandiri e-cash dapat diakses dengan men-download aplikasi di Apps Store, Google Play, Nokia Store maupun Blackberry World. Setelah itu, pengguna dapat melakukan pendaftaran mandiri e-cash terlebih dahulu dengan mengisi beberapa data singkat seperti : – USSD : Nama, Kata Rahasia, dan PIN – Aplikasi : Nama, No. KTP, Alamat, Tanggal Lahir, Kata Rahasia, dan PINPengguna yang telah melakukan pendaftaran akan terdaftar sebagai pemegang unregistered (Pemegang unregistered adalah pemegang mandiri e-cash yang belum melakukan upgrade layanan mandiri e-cash). Untuk dapat menjadi pemegang registered pengguna harus melakukan upgrade layanan mandiri e-cash terlebih dahulu. Pemegang mandiri e-cash akan dikenakan biaya untuk setiap transaksi yang dilakukan. cara menjadi pemegang mandiri e-cash registered yaitu Pemegang unregistered yang telah melakukan pendaftaran mandiri e-cash dapat menjadi pemegang registered dengan melakukan upgrade layanan. Upgrade layanan dapat dilakukan di eChannel Bank Mandiri dan melalui cabang. Upgrade Layanan melalui cabang dilakukan dengan mengisi formulir upgrade layanan dan menyertakan fotocopy kartu identitas yang masih berlaku.

Pemegang dapat mengakses layanan mandiri e-cash di luar negeri sepanjang pemegang mendapat akses ke jaringan internet (untuk pengguna smartphone) dan akses SMS dari luar negeri (untuk pengguna feature/basic phone. Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, rekening mandiri e-cash tidak dikenakan biaya administrasi dan tidak diberikan bunga. Batas transaksi dari rekening mandiri e-cash adalah maksimal nominal transaksi Rp.20 juta per bulan. Jika sudah melakukan transaksi sejumlah Rp.20 juta, maka nasabah tidak diperbolehkan melakukan transaksi lagi di bulan yang sama. Nasabah harus menunggu bulan berikutnya untuk melakukan transaksi.

Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi, pusat per­dagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.

Akuntansi diperkenalkan pertama kali di Italia pada abad 14 dan 15. Pada saat itu akuntansi dilakukan dengan melakukan double entry bookkeeping (sistem pembukuan berpasangan).Akuntansi moderen dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara eropah seperti Jerman, Belanda, Inggris. “ Pembukuan ala Italia “ kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia. Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademi tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Pendidikan Akuntansi di Indonesia Sebelum dikeluarkannya UU No. 34/1954 tentang gelar Akuntan, semua orang dapat menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakao gelar akuntan. Dulu, orang yang lulusan dari fakultas Ekonomi Universitas Negeri gelarnya selain SE, mereka langsung dapat gelar Akt atau akuntan. Nah, bonus gelar ini jadi masalah bisa dikatakan membuat iri lulusan dari universitas swasta yang statusnya tidak disamakan.Jadi, karena hal tersebut sekarang yang ingin mendapatkan gelar akuntan harus mengikuti pendidikan profesi akuntansi selama satu tahun dan mengikuti ujian yang diadakan oleh IAI. Dalam rangka meningkatkan penguasaan akuntansi terhadap pengetahuan dan kompetensi teknis di bidang akuntansi, dan untuk menyongsong keterbukaan dalam era perdagangan bebas, maka IAI dengan dukungan Departemen Keuangan RI menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP), dengan tujuan untuk menguji kemampuan akuntan untuk berpraktik sebagai Akuntan Publik.

Ringkasan Jurnal :

Judul                            : Skeptisme Profesional Auditor Dalam Mendeteksi

                                        Kecurangan (Fraud)

Penulis                         : Suzi Noviyanti

Universitas                  : Universitas Kristen Satya Wacana

No Jurnal                   : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 5 –

                                       Nomor 1, Juni  2008

Abstrak :

Professional skepticism is an attitude that includes a questioning mind and a critical assessment of audit evidence. Auditors should maintain a certain level of professional skepticism in detecting financial statement fraud since the perpetrators conceal the resulting irregularities. Two experiments were conducted. First, a 3×3 between subjects experiment design was conducted to investigate how fraud risk assessment affects the level of professional skepticism on different levels of trust in auditor-client relationship. Participants were randomly assigned to one of nine conditions. Second, a within subject experiment design was conducted to examine the effect of personality type un professional skepticism. A total of 118 junior, senior and supervisor auditors from public accounting firm participated in the experiment. The results of Analysis of Variance (ANOVA) suggest that auditors with identification based trust in the high fraud risk assessment group were more skeptical than in the low fraud risk assessment group. While the auditors with calculus based trust showed no differences in skepticism between the high group and the low fraud risk assessment group. Auditors with ST (Sensing-Thinking) and NT (Intuitive-Thinking) types of personality were more skeptical than other types.

Keywords: Professional Skepticism, Trust, Fraud Risk Assessment

Latar Belakang :

Seorang auditor dalam menjalankan penugasan audit di lapangan seharusnya tidak hanya sekedar mengikuti prosedur audit yang tertera dalam program audit, tetapi juga harus disertai dengan sikap skeptisme profesionalnya. Standar professional akuntan publik mendefinisikan skeptisme profesional sebagai sikap auditor yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti audit (IAI 2001, SA seksi 230.06). Seorang auditor yang skeptis, tidak akan menerima begitu saja penjelasan dari klien, tetapi akan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh alasan, bukti dan konfirmasi mengenai obyek yang dipermasalahkan. Tanpa menerapkan skeptisme profesional, auditor hanya akan menemukan salah saji yang disebabkan oleh kekeliruan saja dan sulit untuk menemukan salah saji yang disebabkan oleh kecurangan, karena kecurangan biasanya akan disembunyikan oleh pelakunya. Kegagalan auditor dalam mendeteksi kecurangan terbukti dengan adanya beberapa skandal keuangan yang melibatkan akuntan publik seperti Enron, Xerox,Walt Disney, World Com, Merck, dan Tyco yang terjadi di Amerika Serikat; selain itu juga kasus Kimia Farma dan sejumlah Bank Beku Operasi yang melibatkan akuntan publik di Indonesia, serta sejumlah kasus kegagalan keuangan lainnya. Penelitian Beasley et al. (2001) yang didasarkan pada AAERs(Accounting and Auditing Releases) dari SEC selama 11 periode (Januari 1987 – Desember 1997) menyatakan bahwa salah satu penyebab kegagalan auditor dalam mendeteksi kecurangan adalah rendahnya tingkat skeptisme profesional audit. Berdasarkan penelitian ini, dari 45 kasus kecurangan dalam laporan keuangan, 24 kasus (60%) diantaranya terjadi karena auditor tidak menerapkan tingkat skeptisme profesional yang memadai dan ini merupakan urutan ketiga dari audit defisiensi yang paling sering terjadi (Beasley et al. 2001). Jadi rendahnya tingkat skeptisme professional dapat menyebabkan kegagalan dalam mendeteksi kecurangan. Kegagalan ini selain merugikan kantor akuntan publik secara ekonomis, juga menyebabkan hilangnya reputasi akuntan publik di mata masyarakat dan hilangnya kepercayaan kreditor dan investor di pasar modal. Auditor independen yang melakukan audit di lapangan akan melakukan interaksi sosial dengan klien, manajemen dan staf klien. Interaksi sosial ini akan menimbulkan trust (kepercayaan) dari auditor terhadap klien. Tingkat kepercayaan auditor yang tinggi terhadap klien akan menurunkan sikap skeptisme profesionalnya. Kopp et al. (2003) mengembangkan model teoritis mengenai hubungan antara factor trust dengan sikap skeptisme profesional auditor. Model ini belum diuji secara empiris, dan sampai saat ini masih sedikit penelitian yang membahas mengenai hubungan antara kepercayaan dan skeptisme profesional. Standar profesioral menghendaki agar auditor tidak boleh mengasumsikan begitu saja bahwa manajemen adalah tidak jujur, tetapi juga tidak boleh mengasumsikan bahwa manajemen sepenuhnya jujur (IAI 2000). Jadi auditor diminta agar tidak memiliki tingkat kepercayaan yang terlalu tinggi terhadap kliennya. Tetapi dalam praktiknya, seorang auditor seringkali menghadapi konflik sehubungan dengan tingkat kepercayaannya terhadap klien. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh interaksi dari kepercayaan dan penaksiran risiko kecurangan terhadap skeptisme profesional auditor, apakah auditor yang mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap klien, manajemen dan staf klien, dapat mempertahankan sikap skeptisme profesionalnya jika diberi penaksiran risiko kecurangan yang tinggi. Selain itu juga ingin diketahui apakah auditor yang mempunyai tingkat kepercayaan yang rendah jika diberi penaksiran risiko kecurangan yang rendah akan menurunkan skeptisme profesionalnya. Tipe kepribadian seseorang diduga juga mempengaruhi sikap skeptisme profesionalnya. Lykken et al. (1993) dalam Petty et al. (1997) mengakui bahwa sikap mempunyai dasar genetik. Dengan kata lain perbedaan karakteristik individual yang mengacu pada faktor-faktor yang melekat pada diri seseorang akan mempengaruhi sikap seseorang. Tesser (1993) dalam Petty et al. (1997) menyatakan bahwa sikap yang mempunyai dasar genetik cenderung lebih kuat dibandingkan dengan sikap yang tidak mempunyai dasar genetik. Jadi dapat dikatakan bahwa perbedaan kepribadian individual menjadi dasar dari sikap seseorang termasuk sikap skeptisme profesionalnya. Sampai saat ini penelitian mengenai pengaruh faktor tipe kepribadian terhadap skeptisme profesional belum banyak ditemukan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara tipe kepribadian auditor dengan skeptisme profesional sehingga dapat diketahui apakah auditor dengan tipe kepribadian kombinasi Sensing-Thinking (ST) dan Intuitive-Thinking (NT) lebih skeptis dibanding auditor dengan tipe kepribadian lain. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana pengaruh dari penaksiran risiko kecurangan pada berbagai tingkat kepercayaan auditor dan bagaimana pengaruh tipe kepribadian terhadap skeptisme professional auditor dalam mendeteksi kecurangan.

Variabel Penelitian :

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah trust ataukepercayaan (X1), fraud risk assessment atau  penaksiran risiko kecurangan (X2),  dan tipe kepribadian (X3), skeptisme profesional(Y)

Metodelogi penelitian :

Studi ini merupakan studi eksplanasi yang berkaitan dengan pengujian hipotesis dan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mengenai sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antar kelompok atau kebebasan (independensi) dari dua atau lebih faktor. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang diatur yaitu dengan menggunakan desain eksperimen laboratorium. Penelitian ini menggunakan 2 macam eksperimen. Eksperimen pertama digunakan untuk mendukung pengujian terhadap hipotesis 1. Sedangkan eksperimen kedua digunakan untuk mendukung pengujian terhadap hipotesis 2. Manipulasi terhadap variabel independen secara sederhana dilakukan dengan membuat tingkatan yang berbeda pada variabel independen untuk menilai bagaimana dampak dari tiap-tiap tingkatan tersebut terhadap variabel dependen, sehingga dengan melakukan manipulasi maka tingkat pengaruh kausal dapat dibuktikan (Sekarang 2000). Eksperimen pertama mempunyai desain faktorial between subject (antarsubyek) 3 x 3 , dengan variabel independen: kepercayaan (calculus-based trust,knowledge based trust, dan identification based trust), dan penaksiran risiko kecurangan (tinggi, rendah, dan tanpa pemberitahuan) dan variabel dependen skeptisme profesional. Kombinasi dari between subjects experimental treatments (perlakuan eksperimental antar subyek) akan menghasilkan 9 kelompok subyek. Pada eksperimen kedua, semua subyek mendapat treatment yang sama. Variabel independennya adalah tipe kepribadian (tipe kepribadian ST dan NT, dan tipe kepribadian lainnya). Variabel dependennya adalah sikap skeptisme professional auditor.

Hasil Penelitian :

Dari hasil penelitian ini nampak bahwa auditor merubah sikap skeptisme profesionalnya yang seharusnya rendah menjadi tinggi sesuai dengan perilaku skeptis yang dikehendaki oleh atasannya. Auditor memandang bahwa reward dari atasannya adalah sesuatu yang penting bagi dirinya, maka sikap skeptismenya akan mengikuti petunjuk dari atasannya. Dengan bersikap skeptis, auditor dapat mengurangi disonansi kognitif yang dialaminya, sesuai dengan yang dinyatakan dalam teori disonansi kognitif. Sedangkan pada auditor denganknowledge based trust dan calculus based trust, tidak ada perbedaan skeptisme profesional pada auditor yang diberi penaksiran kecurangan yang tinggi dengan yang tidak diberi penaksiran risiko kecurangan dan dengan penaksiran risiko kecurangan yang rendah (p>0,05). Auditor dengan calculus based trust mempunyai tingkat kepercayaan yang rendah terhadap klien, hal ini Skeptisme Profesional Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan 121 akan meningkatkan skeptisme profesionalnya. Standar profesional akuntan public (IAI 2001) menghendaki agar auditor bersikap skeptis dengan tidak mudah percayapada keterangan klien tanpa melalui pembuktian yang memadai. Dengan demikian terjadi keselarasan kognisi auditor bahwa ia harus bersikap skeptis. Meskipun atasan auditor memberinya penaksiran risiko kecurangan yang rendah, hal ini tidak merubah sikapnya, auditor tetap dapat mempertahankan sikap skeptismenya. hitung Levene Test adalah 2,632 (p>0,05), yang berarti terdapat variance yang sama pada populasi skeptisme profesional auditor antara auditor dengan tipe kepribadianST dan NT dengan auditor dengan tipe kepribadian lainnya, oleh karena itu analisis uji beda T Test menggunakan asumsi equal variance.Output SPSS menunjukkan bahwa nilai t pada equal variance assumedadalah 6,814 dengan p=0,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skeptisme profesional auditor yang memiliki tipe kepribadian ST dan NT, dengan skeptisme profesional auditor yang memiliki tipe kepribadian lainnya. Hal ini mendukung hipotesis 2 bahwa tipe kepribadian mempengaruhi sikap skeptisme profesional auditor.

Sudah tidak asing lagi ditelinga kita mendengar kata job seeker (pencari lapangan kerja) di negara kita ini masih banyak sekali pencari lapangan kerja diperusahaan swasta maupun negeri mereka ingin berbondong-bondong untuk bersaing menjadi karyawan di perusahaan yang mereka inginkan, padahal kita tahu sendiri jumlah lapangan kerja di negara kita ini masih cukup terbatas dan menjadi salah satu pegawai bukan merupakan salah satu cara untuk membuat hidup menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Bisa kita lihat berapa banyak jumlah mahasiswa-mahasiswi yang lulus ingin berwirausaha, itu buat saya masih cukup jarang, karena di pola pikir mereka pasti setelah lulus harus mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan diperusahaan-perusahaan besar, apalagi lowongan pekerjaan khususnya untuk pegawai negeri (PNS) dibuka setiap tahunnya meski jumlah yang melamar pekerjaan lebih banyak dibandingkan dengan posisi yang diharapkan dan itu juga PNS hanya untuk mengisi posisi pegawai yang sudah habis masa kerjanya (pensiun). Belum lagi dengan masyarakat yang menganggur yang termasuk dalam kalangan berpendidikan tinggi , itu semua sangat mengkhawatirkan dengan melihat perekonomian Indonesia saat ini.

Tidak heran sekali banyaknya masyarakat yang menganggur karena salah satu faktor calon pegawai yang tidak lulus tahap seleksi dan menjadi daftar antrian panjang jumlah angkatan yang semakin bertambah lagi setiap tahunnya. Bisa dikatakan bahwa job seeker ini merupakan penyebab tingginya angka pengangguran. Semestinya dari saat masih mengenyam pendidikan mereka harus mempunyai mindset bahwa setelah lulus mereka menjadikan dirinya untuk siap bekerja dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan kemudian mempunyai usaha yang maju dan berkembang kemudian memiliki pegawai dalam keahliannya masing-maing serta dapat mensejahterakan semua karyawannya. Dalam hal ini program kewirausahaan mahasiswa perlu ditingkatkan dan dikembangkan sebagai seorang individu yang aktif dan mampu memulai bisnis baru yang mempunyai pengetahuan luas dengan skill yang menunjang, karena dalam berwirausaha  harus berani bersaing untuk mengexplorasi ide bisnis dan menjadikannya bernilai.

Untuk memulai menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan menjadi job creator (pencipta lapangan kerja) ini sebenarnya harus dibuktikan secara nyata bekerja langsung dilapangan , seperti kita sebagai seorang mahasiswa bisa sedikit demi sedikit mencoba hal ini, contohnya saja apabila kita mempunyai modal yang cukup , atau tempat yang memadai kita bisa saja membuka usaha fotocopy di area kampus, selain ramai dan diminati ini juga menjadi peluang besar untuk kita berwirausaha. Atau mungkin membuka tempat laundry disekitar area kos tempat mahasiswa tinggal selama kuliah.Ini semua adalah bebarapa contoh kecilnya saja yang saya paparkan.

Pengembangan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa Perguruan Tinggi dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar mahasiswa/alumni memiliki pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang mengutamakan inovasi, kreativitas dan kemandirian. Desain pembelajaran yang diberikan adalah pembelajaran yang berorientasi atau diarahkan untuk menghasilkan business entrepreneur terutama yang menjadi owner entrepreneur atau calon wirausaha mandiri yang mampu mendirikan, memiliki dan mengelola perusahaan serta dapat memasuki dunia bisnis dan dunia industri secara profesional.

Menjadi job creator seperti yang kita tahu harus menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif dan harus mampu menghadapi segala resiko atau peluang yang ada disekitar, selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. Selain itu seorang job creator sangat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. membangun semangat kewirausahaan yang tangguh ditengah tengah masyarakat kita yang masih mengantungkan harapan yang tinggi pada pilihan menjadi karyawan seringkali mengalami banyak hambatan. Seandainya saya diberikan pilihan antara ingin menjadi job seeker atau job creator tentu saya lebih memilih job creator dengan kemampuan yang dimiliki dan modal yang cukup besar , tentunya disini saya bisa membangun, merintis usaha yang saya inginkan . Saya tertarik untuk menciptakan usaha kuliner dengan cita rasa yang unik berbeda dengan yang lainnya walaupun usaha kuliner ini persaingannya sangat berat. Jika usaha saya berhasil nantinya saya akan memperluas usaha ini dengan membuka berbagai gerai di beberapa wilayah tentunya dengan mempunyai beberapa karyawan dan kerabat kerja yang mendukung dalam kesuksesan usaha saya. Walaupun mempunyai tahap-tahap tersendiri untuk mencapai semuanya dan saya memungkinkan bahwa dalam setiap memulai berwirausaha itu pasti mengalami namanya jatuh bangun dan kegagalan atau kerugian yang tidak bisa kita prediksikan kapan itu bisa terjadi. Namun ketidakmampuan manajemen juga merupakan kelemahan pemahaman terhadap persoalan keuangan; investasi yang buruk dan perencanaan yang jelek adalah sejumlah variabel yang menentukan jatuh bangunnya sebuah usaha. Intinya menjadi seorang job creator itu mempunyai nilai yang lebih istmewa dibandingkan dengan job seeker yang hanya bekerja pada orang lain bukan membuat lapangan kerja untuk orang lain.

Opini Etika Profesi

Posted: January 2, 2015 in Uncategorized

Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita.Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama:

  • meta-etika (studi konsep etika)
  • etika normatif (studi penentuan nilai etika)
  • etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika)

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer

Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus  dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika

  • Kebutuhan individu.
  • Korupsi alasan ekonomi.
  • Tidak ada pedoman.
  • Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan.
  • Perilaku dan kebiasaan individu.
  • Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi.
  • Lingkungan tidak etis.
  • Pengaruh dari komunitas.
  • Perilaku orang yang ditiru.
  • Efek primordialisme yang kebablasan.

Sangsi Pelanggaran Etika

  • Sanksi Sosial Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
  • Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.

Pengertian Etika Profesi

Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Karakteristik Profesi

– Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis : Professional dapat diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.

– Assosiasi professional : Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.

–  Pendidikan yang ekstensif : Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

–  Ujian kompetensi : Sebelum memasuki organisasi professional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoritis.
– Pelatihan institusional : Selain ujian, biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan institusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi.

– Lisensi : Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.

– Otonomi kerja : Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

– Kode etik : Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

Ciri – Ciri Profesi

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
– Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

– Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

– Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

– Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

– Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi

  • Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  • Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  • Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Autobiografi

Posted: January 2, 2015 in Uncategorized

Autobiografi,

Nama saaya Okky Riyan Lafinzha biasa dipanggil Okky, saya lalhir di Jakarta, 21 Oktober 1993, saya tinggal didaerah kebagusan 4, saya anak pertama dari dua bersaudara, Ayah saya bernama Bahwani dan Ibu saya bernama Dwi Astuti Handayami. Ayah saya berkerja sebagai wiraswasta dan Ibu saya berkerja di Universitas Moestopo, adik saya perempuan bernama Gita Sari Dewi dan sekarang sedang melanjutkan pendidikannya di pesantren di daerah bogor.

Sejak kecil saya biasa dirawat oleh kedua mbah saya did daerah pasar minggu dikaranakan kesibukan kedua orang tua saya, mbah putri saya bernama Soejinah (almarhumah) dan mbah kakung saya bernama Soesalip, pada saya umur 4 tahun saya mulai tinggal lagi di daerah kebagusan dan dirawat oleh bibi saya, dan pada umur 4 tahun pula saya mulai masuk taman kanak kanak(TK) di TK AL-Qausar di dareah jagakarsa, saya berada di TK selama 2 tahun dikarenakan pada saat persyaratan masuk Sekolah Dasar(SD) diwajibkan berumur minimal 6 Tahun, dan baru pada saat saya berumur 6 tahun saya memulai pendidikan di SDN 01 Pagi Kemang, saya sekolah dikemang dikarenakan disana ada almarhumah mbah putri saya yang mengajar sebagai guru disana, dan pada saat saya kelas 5 saya pindah dari SDN 01 Pagi Kemang ke SDN 07 Pagi Kemang dikarenakan saya mengikuti almarhumah mbah saya yang juga dipindah tugaskan ke SDM 07 Kemang sebagai Kepala Sekolah SD tersebut, dan setelah lulus dari SDN 07 Pagi saya melanjutkan pendidikan di SMPN 175 jakarta selatan di daerah Jagakarsa, saya memilih SMPN 175 dikarenakan letak tempat SMP tersebut sangat dekat dengan rumah, setelah 3 tahun saya saya menempuh pendidikan disana dan saya lulus dari SMPN 175 saya melanjutkan pendidikan saya di SMA SULUH Jakarta Selatan, disana saya menjalani 3 tahun pendidikan dan akhirnya mendapat IJazah SMA, setelah saya lulus dari SMA SULUH saya melanjutkan pendidikan saya kembali di Universitas Gunadarma untuk jurusan Akuntansi S1, dan saya pada saat ini sedang menempuh semester 7 di Universitas tersebut, Kedepan saya bercita cita sebagai karyawan Bank di Indonesia.

Saya memiliki kelebihan di bidang hitung menghitung dan saya didukung penuh oleh semua keluarga besar saya tetapi saya juga memiliki banyak kekurangan seperti kurangnya disiplin saya dan adanya sifat malas yang kadang membuat saya malas dalam menjalani aktivitas sehari hari, namun peluang saya di bidang akuntansi adalah saya lebih unggul dalam segi akademis dibandingkan dengan orang orang yang lulusan SMA/SMK, dan Ancaman yang akan saya alami adalah lulusan S1 akuntansi yang sangat banyak di Indonesia.

1. Silogisme Kategorial
Contoh:
A. Semua manusia ramah
Semua perawat adalah manusia.
Semua perawat ramah
B. Semua hewan lucu
Semua kucing adalah hewan
Semua kucing lucu

2. Silogisme Hipotesis
Contoh :
A. Jika tidak ada air, manusia akan kesusahan
Air tidak ada.
Manusia akan kesusahan
B. Jika tidak ada obat, manusia akan kesakitan
Obat tidak ada
Manusia akan kesakitan

3. Silogisme Alternatif
Contoh:
A. Nenek Adit berada di jakarta atau Bogor.
Nenek umi berada di Jakarta
Jadi, Nene Adit tidak berada di Bogor, nenek adit berada di jakarta.
B. Hari ini ujan atau panas
Hari ini ujan
Jadi, hari ini tidak panas, hari ini ujan

4. Entiment
Contoh :
A. Semua polisi adalah orang yang bijaksana
Eko adalah seorang polisi
Jadi, eko adalah seorang yang bijaksana
Eko adalah seorang yang bijaksana karena Eko seorang polisi

B. Semua pembalap adalah orang yang pemberani
haryanto adalah seorang pembalap
jadi, haryanto seorang yang pemberani
haryanto adalah seorang yang pemberani, karena haryanto seorang pembalap

5. Rantai Deduksi
Contoh :
Semua permen manis rasanya
Sebagian yang manis rasanya adalah permen
Jika galau saya makan permen
Karena permen dapat menghilangkan galau
Saya tidak pernah menolak diberi permen
Karena saya memang sangat suka permen